Sang Raja Jin berkisah tentang tujuh
petualang mistik yang dilatari sejarah tua peninggalan
Nabi Sulaiman. Ketujuh petualang mistik ini menjadi "retakan" penting yang
terus dirawat dalam benak Ishaq.
Mereka adalah Ali, Rami, Rebecca, Kapten
Simach, Profesor Freeman, Si Faqir,dan Ishaq. Dalam
novel ini Ishaq adalah seorang juru tulis yang terus mendokumentasikan
segala peristiwa yang terjadi. Ishaq tak lain adalah Karchmar itu
sendiri.
Latar kisah kenabian Sulaiman menjadi magnet yang misterius dan
mengundang rasa penasaran. Kisah Raja Sulaiman memang menyisakan misteri
berkepanjangan. Sampai saat ini harta karun peninggalan Nabi Sulaiman
masih dipertanyakan keberadaannya. Raja penguasa angin, dunia binatang,
jin, ilmu, dunia jin, ataupun kisah Ratu Sheba yang melingkupi adalah
kisah yang melegenda.
SINOPSIS
Konflik cerita bermula saat Kapten Simach menemukan silinder yang
terbuat dari emas berisi gulungan papirus bertuliskan huruf alfabet
Yahudi kuno. Temuan yang membuatnya gelisah ini memaksa Profesor Freeman
turut terlibat. Freeman mencoba menyibak misteri ini lewat keahlian
arkeologi purbanya. Namun, rasionalitas ilmuwan ini tak sanggup untuk
menerjemahkan teka-teki ini, hingga menyeret ketujuh orang ini ke "jalan
badai". Demikian sebutan Irving untuk menunjuk sebagai jalan nyata yang
harus ditempuh dan penuh ujian.
Sesungguhnya, petualangan berat yang menyeret ketujuh insan ini ke kota
purba yang sejaman dengan Sulaiman sarat kejutan, ketegangan, dan hikmah
yang dalam. Si Faqir, sang pemandu misterius, ternyata adalah Ornias,
jin-bertaring pencuri permata semasa Sulaiman. Jin yang nekat menyamar
sebagai seorang manusia. Inilah kejutan Karchmar pada pembaca, sekaligus
menyisakan pertanyaan: mungkinkah sosok jin bisa menjelma menjadi
manusia dan memandunya menuju "jalan cinta".
Kehadiran Syekh Haadi sebagai wali Qutb beserta ketujuh muridnya
memberikan cahaya terang di dunia jin—Kota Jinnistan dan reruntuhan
Tadmor. Dunia gelap penuh keputusasaan tempat Baalzeboul, Raja Jin
berpangku tangan, muncul setitik harapan, yakni ajakan bertobat lewat
"jalan cinta". Jalan ini bukan hanya milik manusia saja, namun semua
makhluk-Nya, termasuk jin (hlm. 261).
Barangkali bagi pembaca awam yang kurang memahami dunia tasawuf akan
sedikit terbantu mengenali tradisi ini lewat deskripsi penulis; baik
pada lembaran awal ataupun dalam glosari. Novel yang dimulai dari
halaman sepuluh ini disisipi taburan puisi ataupun kutipan-kutipan bijak
dari para sufi, filsuf, ataupun ayat-ayat suci.
Dunia para darwis atau sufi bisa Anda tangkap dari latar penggambaran
Karchmar. Lingkaran persaudaraan mistik kentara nampak pada lima lembar
awal novel ini. Tanpa sebuah basa-basi panjang, Karchmar segera mengajak
pembaca mengenali dunia para darwis. Novel ini memiliki prolog pendek
dan mengundang rasa penasaran yang mendalam: misteri.
sumber : http://ebooks-epub-pdf.blogspot.com