Nama Allah: Al-Qaabidh dan Al-Baasith
Nama eBook: Nama Allah: Al-Qaabidh dan Al-Baasith
Penulis: Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin حفظه الله
Download:
atau atau atau
Penulis: Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin حفظه الله
الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد
Di antara nama Allah Azza wa Jalla yang jarang disebut dan diingat orang adalah al-Qâbidh dan al-Bâsith.
Dalil yang membuktikan al-Qâbidh dan al-Bâsith sebagai nama Allah ialah sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu. Ia berkata:
غَلاَ
السِّعْرُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَقَالُوْا :
يَا رَسُوْلَ الله! سَعِّرْ لَنَا! فَقَالَ : إِنَّ اللهَ هُوَ
الْمُسَعِّرُ، اَلْقَابِضُ الْبَاسِطُ
الرَّازِقُ (عند الترمذي: الرَّزَّاقُ) وَإِنِّى لأَرْجُو أَنْ أَلْقَى
اللهَ (عند الترمذي وابن ماجه : أن أَلْقَى رَبِّي) وَلَيْسَ أَحَدٌ
مِنْكُمْ يُطَالِبُنِي بِمَظْلَمَةٍ فِى دَمٍ وَلاَ مَالٍ (عند الترمذي:
يَطْلُبُنِي)
Harga barang-barang pernah menjadi mahal pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karenanya para sahabat berkata: Ya Rasulallah, tetapkanlah harga untuk kami. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah-lah yang membuat ketetapan harga, Dia adalah al-Qâbidh (Maha menahan/menyempitkan rizki), al-Bâsith (Maha membentangkan/meluaskan rizki), ar-Râziq (Maha menganugerahkan rizki) –Dalam riwayat Tirmidzi, dengan lafal: ar-Razzâq-.
Dan sesungguhnya aku berharap menjumpai Allah dalam keadaan tiada
seorangpun yang menuntut kepadaku (di hadapan Allah) karena suatu
kezaliman yang aku lakukan, baik berkaitan dengan darah maupun harta.
(HSR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Ma’na Al-Qâbidh dan al-Bâsith
ialah: Allah Maha Menyempitkan dan Maha meluaskan rizki serta lainnya
bagi siapa yang dikehendaki, menurut cara yang dikehendaki dan kapanpun
Dia kehendaki.
Karena al-Qâbidh dan al-Bâsith merupakan nama Allah Azza wa Jalla,
maka sepantasnya setiap muslim mengenalnya dan memahami serta
menghayati ma’nanya. Yaitu bahwa setiap rizki dan setiap kemudahan dalam
hal apa saja, hanya datang dari Allah Azza wa Jalla. Begitu
pula ketika seseorang mengalami kesulitan, krisis rizki dan tidak
mendapatkan seperti yang diharapkannya, atau tidak mendapatkan
kemudahan, semua itu tidak lain hanya Allah-lah yang menetapkannya.
atau atau atau